Rukun Iman 6 Perkara dan Penjelasan Secara Berurutan

Rukun Iman Ada 6 Yaitu Sebutkan Secara Berurutan – Terdapat tidak sedikit muslim di Indonesia yang tidak hafal dengan Rukun Iman. Rukun iman sendiri terdiri dari enam perkara. Sebelum kita membahas ke enam rukun Iman tersebut mari kita belajar apa itu yang dimaksud degan Iman terlebih dulu.

Secara Syar’i Iman adalah “Keyakinan didalam Hati, Ucapan di Lisan serta Bertambah Iman dengan melakukan ketaatan dan berkurangnya Iman dengan melakukannya maksiat” Jadi jika kita percaya dengan membenarkan sepenuh hati bahwa Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى itu ada tentunya iman yang kuat akan selalu membawa seseorang untuk senantiasa beribadah kepada Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى . Sedangkan ketika Iman rendah atau kepercayaan pada Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى ragu-ragu tentunya manusia yang beriman rendah akan menyepelekan perkara maksiat karena masih mengaggap Allah mungkin bisa ada ataupun tidak. Memang banar terkadang manusia melakukan maksiat bukan karena tidak percaya dengan Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى tetapi karena kalah dengan nafsu yang sesaat. Oleh karena itu mari kita bersama-sama untuk senantiasa berusaha beriman dengan sepenuh hati kepada Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى dengan mengutamakan ketaqwaan daripada hawa nafsu. Sedangkan secara Iman berarti Membenarkan (Tashdiq).

Hadits mengenai Rukun Iman berikut ini cukup panjang.

“Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat rasululah Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha nabi,

  • Kemudian ia berkata: “Hai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.” Rasulullah menjawab, ”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,” lelaki itu berkata, ”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.”
  • Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab, ”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya, hari Akhir dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.”
  • Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”. Nabi menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.”
  • Lelaki itu berkata lagi: “Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?” Nabi menjawab, ”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.” Dia pun bertanya lagi : “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!” Nabi menjawab, ”Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.”

Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga nabi bertanya kepadaku: “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab, ”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Dia bersabda, ”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.”
— HR. Muslim no.8

Sumber Wikipedia (https://id.wikipedia.org/wiki/Hadits_Jibril)
Sumber Lengkap (https://tafsirq.com/hadits/muslim/9)

Setelah kita mengetahui apa itu Iman mari kita membahas tentang Rukun Iman 6 Perkara dengan penjelasannya Secara Berurutan :

1. Iman Kepada Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى

Iman kepada Allah mengandung empat perkara yaitu :

  • Mempercayai adanya wujud Allah, Yaitu beriman bahwa Allah itu ada. Dan adanya Allah telah diakui oleh fitrah, akal, panca indera manusia, dan ditetapkan pula oleh syari’at.
  • Mengenal Rububiyah Allah, Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya. (Lihat Syarah Aqidah Al Wasithiyyah Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin hal 14)
  • Mengenal Uluhiyah Allah, Uluhiyah Allah adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
  • Beriman kepada Asma` dan Sifat Allah, artinya kita beriman dengan adanya penetapan pada nama dan sifat-sifat Allah.

2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى

Kita beriman kepada malaikat-malaikat yang telah Allah ciptakan, baik itu malaikat yang namanya di sebutkan dalam al-quran ataupun malaikat yang namanya tidak Allah sebutkan, kita beriman bahwa malaikat merupakan makhluk Allah yang senantiasa tunduk dan patuh terhadap perintah Allah, tidak bermaksiat dan tidak melanggar perintah Allah, kita juga beriman dengan adanya tugas yang di emban oleh masing-masing malaikat, berdasarkan perintah dan ketetapan Allah.

Misalnya Allah telah memerintahkan kepada malaikat raqib dan ‘atid untuk senantiasa mencatat amal baik dan amal buruk manusia, dengan mengimani malaikat hendaknya kita merasa di awasi dan senantiasa berbuat amal sholeh.

3. Iman kepada Kitab-kitab Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى

Beriman kepada kitab-kitab Allah memiliki arti bahwa kita mengimani kitab-kitab yang Allah turunkan dan Allah wahyukan kepada nabi-nabi nya yang terpilih, selain itu kita memahami bawah setiap kitab membawa aturan Allah yang menjadi landasan dan dalil untuk manusia agar hidupnya beruntung di dunia dan akhirat.

Kitab-kitab Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى diantaranya :

  • Beberapa suhuf (lembaran-lembaran) yang diturunkan kepada nabi Ibrahim.
  • Zabur, kitab yang Allah turunkan kepada nabi Dawud ‘Alaihi salam
  • Taurat. kitab yang Allah turunkan kepada nabi Musa ‘Alaihi salam
  • Injil, kitab yang Allah turunkan kepada nabi Isa ‘Alaihi salam
  • Al-qur’an kitab yang Allah turunkan kepada nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wa salam

4. Iman kepada rasul-rasul Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى

Kita beriman dan mempercayai bahwa Allah telah memilih dan mengutus rasul-rasulnya, kita beriman dengan apa yang dibawa oleh rasulullah , dan meyakini kebenaran ajarannya, mengikuti sunnah-sunnah nya dan mengamalkan perintah Allah yang Allah sampaikan kepada rasul-rasulnya.

“(Kami telah mengutus mereka) sebagai rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya tiada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah (diutusnya) rasul-rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Surah An-Nisa’: 165)

Nabi dan rasul yang diutus oleh Allah berjumlah banyak, namun yang tersebut namanya dalam Al Qur’an terdapt 25 orang, yaitu :

  1. Adam عليه السلام
  2. Idris عليه السلام
  3. Nuh عليه السلام
  4. Hud عليه السلام
  5. Sholih عليه السلام
  6. Ibrahim عليه السلام
  7. Luth عليه السلام
  8. Isma’il عليه السلام
  9. Ishaq عليه السلام
  10. Ya’kub عليه السلام
  11. Yusuf عليه السلام
  12. Ayub عليه السلام
  13. Syu’aib عليه السلام
  14. Musa عليه السلام
  15. Harun عليه السلام
  16. Dzulkifli عليه السلام
  17. Dawud عليه السلام
  18. Sulaiman عليه السلام
  19. Ilyas عليه السلام
  20. Ilyasa عليه السلام
  21. Yunus عليه السلام
  22. Zakaria عليه السلام
  23. Yahya عليه السلام
  24. Isa عليه السلام
  25. Muhammad Salallahu ‘alaihi wa sallam (ﷺ)

Penyebutan nama-nama nabi diatas bisa Anda lihat di Al-qur’an pada surah : Al An’am ayat : 83-86, QS. Ali Imran ayat : 33, Al A’raf, 65, 73, 85, Huud ayat :50, 61, 84, dan surah Al Anbiya ayat: 85.

5. Iman kepada hari kiamat

Kita beriman dengan adanya hari akhir, hari setelah kehidupan, dimana manusia akan menerima balasan atas apa yang telah di kerjakannya di dunia, dengan mengimani hari kiamat, kita mempercayai adanya hari akhirat, negeri akhirat adalah negeri yang kekal, Surga sebagai tempat kebahagiaan yang hakiki, sebagai tempat orang-orang beriman dan beramal sholeh, sedangkan neraka adalah sebuah tempat yang penuh dengan siksaan yang disediakan bagi orang-orang kafir dan durhaka. Dengan beriman kepada Hari Akhir maka senantiasa kita akan berhati-hati dalam hidup di dunia karena semua apa yang kita telah kita pilih dan kerjakan akan dimintai petanggungjawaban di hari kebangkitan kelak.

Firman Allah:

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi kecuali yang dikehendaki Allah, Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka bangkit menunggu(putusan masing-masing).” (Surah Az-Zumar: 68)

6. Iman kepada Qada’ dan Qadar

Beriman kepada al-Qada dan al-Qadar memiliki makna bahwa seseorang muslim itu hendaklah yakin dan percaya dengan sebenar-benarnya bahwa segala sesuatu yang terjadi dan berlaku dalam kehidupan ini entah itu baik atau buruk semuanya berlaku dengan kehendak dan kekuasaan Allah dan Allah jua yang menjadikannya.

 

Baca Juga : Rukun Islam 5 Perkara Dan Penjelasan Secara Berurutan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here