Pengertian Adil Menurut Para Ahli VS Islam

Pertama yang akan dibahas terlebih dulu adalah Adil secara Universal. Sifat adil merupakan salah satu aspek yang mutlak untuk berada didalam sifat setiap manusia, serta sangat layak untuk diimplementasikan kedalam setiap segi kehidupan setiap makhluk sosial, khususnya dalam lingkungan bermasyarakat. Namun, masih banyak sebagian dari masyarakat Indonesia masih saja salah kaprah dalam mengartikan atau menggaris bawahi tentang definisi dari adil tersebut, sehingga menimbulkan kesenjangan sosial semata dalam kehidupan sekitar.


Lalu, apa yang dimaksud dengan kata ‘adil’ tersebut sehingga masih terus diperdebatkan oleh sebagian besar masyarakat? Pada dasarnya, adil merupakan salah satu hal atau sifat yang didasari oleh setiap manusia yang memiliki prinsip masing-masing dalam hidupnya, sehingga mereka tidak menerapkan atau bahkan tidak pernah mengutamakan sikap untuk memihak kepada setiap pihak, atau atau subjek tertentu yang tengah mengalami suatu perselisihan.

Pengertian Adil Secara Umum dan Contoh Dari Sifat Adil Dalam Kehidupan

Selain dengan sifatnya yang anti memihak kepada satu orang dengan lainnya, umumnya sikap adil adalah suatu cerminan yang dapat dijadikan sebagai inspirasi yang layak untuk diterapkan kedalam lingkungan masyarakat, khususnya didalam keluarga dan harus ditanamkan sejak dini. Karena, banyak sekali dampak yang akan dirasakan oleh anda yang selalu mengutamakan sikap ini sejak kecil dan manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang.

Karena, sikap adil yang anda tunjukkan kedalam lingkungan keluarga maupun sosial diluar aspek inti dapat memberikan dampak positif bagi siapapun yang terlibat dalam kehidupan anda. Pasalnya, beberapa dari mereka yang mendapatkan rasa keadilan akan secara otomatis merasakan kepada dirinya masing-masing dengan tidak mendapatkan sifat diskriminasi, atau yang disebut dengan perbedaan antara setiap golongan dalam kehidupan sosial dan juga dalam masyarakat.

Lantas, apakah sifat adil tersebut bisa atau memiliki contoh yang bersifat spesifik dalam kehidupan manusia? Tentunya, beberapa sikap adil tersebut sangat mudah untuk terlihat secara jelas dalam kehidupan manusia, sehingga tak banyak dari anak-anak kecil sudah banyak yang menerapkan salah satu karakter bangsa yang satu ini, dengan alih untuk bisa membuat kehidupan bangsa Indonesia menjadi jauh lebih makmur dan sejahtera.

Contoh Keadilan

1. Contoh pertama yang bisa dirasakan dari sikap adil berasal dari dalam keluarga. Hal yang paling menonjol didalam lingkungan tersebut adalah merupakan tolak ukur yang berasal dari orang tua. Bagaimana tidak, sikap adil yang dimiliki oleh ayah maupun ibu yang bertindak sebagai subjek utama didalam keluarga inti harus memberikan contoh bagi anak-anaknya, salah satunya adalah dengan tidak membedakan setiap buah hatinya.

2. Lalu, contoh kedua lainnya dan bisa diimplementasikan didalam lingkungan masyarakat adalah dengan berasal dari lingkungan sekolah. Ilustrasi sederhana yang sangat mudah untuk dirasakan dan dijadikan sebagai contoh bagi masyarakat sekolah berasal dari karakteristik seorang guru, dengan cara tidak membedakan setiap siswa antara satu dengan lainnya. Karena, mereka berhak mendapatkan pelayanan dan pendidikan yang

3. setara sebagai murid yang sedang meuntut ilmu.Berikutnya, contoh ketiga yang paling sering terjadi didalam kehidupan sosial dan bermasyarakat adalah dengan tidak menimbulkan sikap perseteruan antar sesama teman, dalam kata lain tidak meng-‘kambing hitam’ kan setiap teman yang tengah mengalami pertikaian. Anda yang menjadi rekan yang berada dalam satu lingkungan yang sama, tentunya dituntut untuk memberikan ketenangan dan tidak pernah membedakan teman, antara yang miskin dan kaya.

Wujud Dari Implementasi Sifat Adil Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia

Sifat adil tentunya memberikan banyak pengaruh besar dalam kehidupan sosial di Indonesia, mulai dari kalangan belia hingga lanjut usia sangat mutlak untuk mendapatkan sifat adil yang diberikan oleh sesama masyarakat, bahkan kalangan pemerintah yang menjadi penanggung jawab dalam kemajuan hidup bangsa sudah pasti harus memeratakan sikap adil tersebut, bukan hanya bagi masyarakat menengah atas saja, melainkan hingga kalangan bawah sekalipun.

Namun, tahukah anda? Jika wujud implementasi dari sikap adil tersebut berasal dari salah satu sila yang ada dalam pancasila, tepatnya sila ke-5 yang berbunyi ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’. Dalam kata lain, semua masyarakat Indonesia dari berbagai suku, agama, ras dan golongan manapun harus menjunjung tinggi sikap keadilan dalam lingkungan masyarakat, dengan tujuan membuat Negara Indonesia menjadi lebih baik.

Keadilan Dalam Islam

1. Pengertian Adil Menurut Islam

Adil menurut bahasa Arab disebut dengan kata ‘adilun, yang berarti sama dengan seimbang. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, adalah diartikan tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak pada yang benar, berpegang pada kebenaran, sepatutnya, dan tidak sewenang-wenang. Dan menurut ilmu akhlak ialah meletakan sesuatu pada tempatnya, memberikan atau menerima sesuatu sesuai haknya, dan menghukum yang jahat sesuai haknya, dan menghukumyang jahat sesuai dan kesalahan dan pelanggaranya.


Secara Bahasa Adil Berasal dari bahasa arab yang berarti proporsional, tidak berat sebelah, jujur Secara Istilah ada beberapa makna antara lain: menempatkan sesuatu pada tempatnya.

  • Menurut Ibnu Miskawaih keadilan adalah Memberikan sesuatu yang semestinya kepada orang yang berhak terhadap sesuatu itu.
  • Menurut Al Ghozali adil adalah keseimbangan antara sesuatu yang lebih dan yang kurang

Adil itu menempatkan sesuatu pada tempatnya, Kata adil dilawankan dengan kata dzalim yaitu menempatkan sesuatu yang bukan pada tempatnya.

Adil adalah memberikan hak kepada orang yang berhak menerimanya tanpa ada pengurangan, dan meletakkan segala urusan pada tempat yang sebenarnya tanpa ada aniaya, dan mengucapkan kalimat yang benar tanpa ada yang ditakuti kecuali terhadap Allah Subhanallahuwata’ala.

2. Dalil Keadilan Dalam Islam

(An-Nisa’: 135)

Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.


(QS. Ar-Rahman:7-9)

7. Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan, 8. agar kamu jangan merusak keseimbangan itu, 9. dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.


(QS. Al-Hadidi:25)

Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan, hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa.


(QS. Al-An’âm : 152)

Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.”


(QS. Al-Mâ`idah : 8)

Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.


(QS. Al-A’râf : 181)

Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil.


(QS. Asy-Syûrô: 15)

Karena itu, serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan mereka dan katakanlah, “Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami perbuatan kami dan bagi kamu perbuatan kamu. Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali.”


Terjemahan Sahih : Quran.com


3. Pentingnya Keadilan

Islam sangat menekankan sikap adil dalam segala aspek kehidupan. Allah Subhanallahu wata’ala memerintahkan kepada umat manusia supaya berprilaku adil, baik kepada Allah Subhanallahu wata’ala, dirinya sendiri maupun orang lain. Al Qur’an memandang bahwa keadilan merupakan inti ajaran Islam yang mencakup semua aspek kehidupan. Prinsip keadilan yang dibawa Al Qur’an sangat kontekstual dan relevan untuk diterapkan kedalam kehidupan beragama, berkeluarga dan bermasyarakat.

4. Karakteristik Sikap Adil

Islam mengajarkan bahwa semua orang mendapat perlakuan yang sama dan sederajat dalam hukum. Dalam Islam , tidak ada diskriminasi hukum karena perbedaan kulit, status social, ekonomi, atau politik .

Alqur’an secara spesifik menegaskan perilaku adil Yaitu ;

  • Keadilan dalam menetapkan hukum (QS An Nisa’ 58)
  • Keadilan memberikan hak kepada orang lain (QS An NAhl 90)
  • Keadilan dalam berbicara (QS Al an’ am 152)
  • Keadilan dalam kesaksian (QS An Nisa’ 135)
  • Keadilan dalam pencatatan utang (QS Al Baqarah 282)
  • Keadilan dalam mendamaikan perselisihan ( QS Al Hujurat 9)
  • Keadilan dalam menghadapi orang yang tidak disukai (QS Al Maidah 8)
  • Keadilan dalam memberikan balasan ( QS Al Maidah 95)

5. Manfaat dan Positif

Keadilan merupakan sesuatu yang bernilai tinggi, baik, dan mulia. Apabila keadilan diwujudkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, serta bangsa dan Negara, sudah tentu ketinggian, kebaikan, dan kemuliaan akan diraih. Jika seseorang mampu mewujudkn keadilan dalam dirinya sendiri, tentu akan meraih keberhasilan dalam hidupnya, memperoleh kegembiraan batin, disenangi banyak orang, dapat meningkatkan kualitas diri, dan memperoleh kesejahteraan hidup duniawi serta ukkhrawi (akhirat).

Jika keadilan dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, akan terwujud masyarakat yang aman,tentram , serta damai sejahtera lahir dan batin. Hal ini disebabkan masing-masing anggota masyarakat melaksanakan kewajiban terhadap orang lain dan akan memenuhi hak orang lain dengan seadil-adilnya .

Adapun nilai positif perbuatan adil antara lain :

  • Keadilan membawa ketentraman
  • Keadilan membawa kedamaian
  • Keadilan menimbulkan kepercayaan
  • Keadilan dapat meningkatkan kesejahteraan
  • Keadilan dapat meningkatkan prestasi belajar
  • Keadilan dapat menciptakan kemakmuran
  • Keadilan dapat mengurangi kecemburuan sosial
  • Keadilan dapat mempererat tali persaudaraan
  • Keadilan dapat menimbulkan kebaikan dan mencegah kejahatan

Sumber Artikel : Buku Akidah Ahlak & Nafi Ismawan Blog

6. Contoh Adil Dalam Islam

1. Jika seorang pasangan suami isteri memiliki 2 anak yang mana anak pertama (1) sekolah jauh dan membutuhkan uang saku lebih daripada anak yang ke dua (2) karena faokto biaya perjalanan yang berbeda, tentunya uang saku tidak 50%:50% . Islam mengajarkan keadilan dengan cara menempatkan sesuatu pada tempatnya, dimana pada kondisi ini tentunya uang saku anak pertama (1) lebih besar karena memang biaya transportasinya lebih mahal daripada anak ke dua (2).

2. Contoh adil dalam hukuman, baca selengkapnya : Kisah Keadilan Khalifat Ali Bin Abi Thalib رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ Perihal Baju Besi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here