Pengalaman Fresh Graduate - Menentukan Langkah Masa Depan Kehidupan

Fresh Graduate‘ sebuah gelar yang sebenarnya tidak ingin saya pakai, dan sayapun tidak tau kalau ternyata gelar tersebut memang wajib saya terima dan mutlak diterima bagi para pelajar yang baru lulus sekolah dan siap untuk terjun ke dunia kerja. Pengalaman saya waktu dulu menjadi seorang fresh graduate dan mulai menentukan jalan hidup diri sendiri dengan dicampuri oleh nasehat dari orang tua membuat saya bimbang dan ragu untuk melangkah menentukan masa depan saya.

Fresh Graduate adalah sebuah istilah yang digunakan untuk seorang yang baru lulus Sekolah atau Kuliah dan belum memiliki pengalaman Kerja apapun. Fresh Graduate merupakan gabungan kata dari Fresh yaitu Segar (Baru) , Graduate yaitu Lulus. Biasanya istilah ini sangat populer dikalangan dunia kerja, terutama bagi semua orang yang bersiap memasuki Dunia Kerja.

A. TIDAK DITERIMA DI PTN

Pada saat itu awalnya saya berencana dan memutuskan untuk meneruskan ke Perguruan Tinggi (Kuliah) untuk menimba ilmu lebih dalam lagi agar memiliki bekal ilmu pengetahuan yang banyak sebelum menghadapi dunia kerja dengan Gelar yang terjamin menurut kebanyakan orang. Jalur Bidik Misi adalah salah satu yang saya ikuti berhubung keluarga saya memang tidak mampu bila harus membiayai kuliah sendiri. Bahkan saat jaman sekolah dulu Uang saku yang diberikan oleh orang tua saya juga kadang hutang padahal saya juga meminta orang tua agar tidak memberi uang saku saya pada suatu hari tertentu.

1. Gagal SNMPTN

Meningkatkan kesejahteraan kualitas hidup keluarga memang sudah menjadi misi wajib bagi para anak yang ingin berbakti kepada orang tuannya. Dengan mantab dan penuh percaya diri maka saya siap bertempur saingan nilai di SNMPTN. Pada saat itu saya merupakan seorang pelajar lulusan Elektronika Audio Video yang memilih pilihan Pertama di Psikologi dan pilihan ke dua di Elektronika, memang sedikit aneh tapi itulah pilihan yang saya tetapkan. Bersaing dengan banyak lulusan dari berbagai sekolah dan dari berbagai jurusan tidak membuat saya gentar dengan semua itu. Setelah di tunggu lama dengan bongkahan Harapan serta selaut percaya diri mengunakan Nilai UN yang cukup tinggi dan hasilnya ternyata saya malah tidak Lolos SNMPTN. Dari pengamatan saya padahal nilai saya lebih menang telak dibanding dengan anak SMA lainnya. Ntah kenapa tidak tahu sebabnya tapi inilah yang terjadi, saya berfikir’ dari berbagai teman SMK lainnya juga mendapatkan hasil yang sama. Mungkin karena SMK lebih diharapkan untuk meneruskan langsung terjun ke Dunia Kerja.

2. Gagal SBMPTN

Jalur SNMPTN yang merupakan jalur paling instan untuk memasuki suatu Universitas sudah sirna seprti Matahari yang Terbenam dikala senja. Babak berikutnya tidak mau saya sia-siakan, yaitu pertempuran di medan persaingan SBMPTN. Walaupun hanya bermodalkan ilmu dari SMK dan belajar otodidak pelajaran SBMPTN yang berada di internet, tetapi saya sangat bersemangat untuk menghadapi soal yang saya terima saat itu. Ntah apa jurusan yang dulu saya pilih, saya sudah lupa, tetapi saya ingat mendapat soal SAINTEK dan SOSHUM yang merupakan istilah yang belum pernah saya dengan sebelumnya. Cukup bermodalkan berani, semangat dan penuh percaya diri saya menghadiri tes SBMPTN Saintek dan Soshum yang ada.

Berangkat menuju Universitas yang ditunjuk untuk mengikuti test tersebut, walaupun jauh dan harus berjalan kaki sangat lama saya tetap jalani itu dengan berjuta harapan dan impian memiliki ilmu yang lebih banyak dari hasil kuliah. Lembar soal diberikan dan mulailah membaca soal dari nomor satu. JRENGGG!!!! Sulit diterima akal sehat, soal yang ada dalam test tidak pernah saya pelajari sebelumnya. Pikir saya soal itu lebih cenderung merupakan soal anak SMA yang lebih kompleks dalam IPA IPS dan sejenisnya. Ahhh… Sudahlah … pikiran itu yang ada dalam otak saya. Tentu tidak perlu untuk ditanya lagi hasilnya, seperti yang sudah saya pikirkan saat menjawab soal dengan pasrah lillahi ta’ala.

B. PENGALAMAN MELAMAR KERJA

Mengingat kegagalan saya tidak dapat masuk dalam PTN yang saya idam-idamkan karena sesalahan kekurangan persiapan modal pembelajaran sebelumnya maka saya putuskan untuk terjun ke dunia kerja. Kalau dikata sulit’ jalani saja, walapun tidak memiliki kendaraan untuk hilir mudik kesana kemari menyerahkan Surat Lamaran Kerja serta Daftar Riwayat Hidup tapi tetap saya jalani dengan berjalan seorang diri menyusuri Dunia ini. Pasti dibenak anda berpikir kenapa tidak mengajak teman untuk mencari pekerjaan bersama? Teman saya sudah mendapat pekerjaan saat saya mendaftar untuk masuk ke PTN pada waktu itu serta rumah saya juga paling jauh dari teman-teman sekolah dulu.

1. Ditolak Melamar Pekerjaan

Memasuki Kawasan Industri di Kota Semarang juga masih belum juga mendapatkan tempat untuk bersinggah mencari penghidupan di dunia ini. Dari hitungan saya sudah sekitar 8-10 Perusahaan yang saya daftar untuk melamar pekerjaan dari Semarang Barat Timur Selatan Utara masih belum cocok dan sebagiannya Perusahaan tidak memberi konfirmasi yang jelas. Proses pelamaran kerja itu memakan sekitar 4 Bulan lamanya yang terkadang waktu luangnnya saya habiskan untuk berfikir dan bersantai di rumah menginggat menikmati setelah masa lulus SMK saat itu. Mendapat tawaran dari seorang saudara untuk masuk kedalam sebuah perusahaan dekat rumah dan saya langsung ikut masuk untuk bekerja dalam perusahaan tersebut. 2 Hari saya bekerja saat itu juga saya langsung keluar dari perusahaan tersebut melihat cara kerja terdapat sesuatu yang tidak saya suka dan bertentanggan dengan Hukum Agama. Tidak dibayar ? tidak mengapa .

2. Mendapatkan Pekerjaan Tidak Sesuai Hati

Beberapa Minggu berlalu terdapat seseorang teman kampung yang telah di PHK oleh perusahaannya karena ketahuan melakukan sebuah kesalahan di jam kerjannya, yaitu Tidur saat jam kerjannya di sift malam. Kemudian kita bersama-sama mencari pekerjaan, saya yang mencarikan info lewat internet kemudian kita dapat pergi bersama-sama, kebetulan si teman sudah punya kendaraan bermotor sendiri. Jadi lebih mudah untuk mengakses jalan menuju tempat submer lowongan kerja dibutuhkan. Masuk dalam sebuah perumahaan, yang pertama kali tidak yakin dengan pekerjaan yang satu ini, karena tempat melamar kerja ada dalam Rumah dalam satu kompleks perumahan. Tapi tidak mengapa, mumpung sudah sampai kesempatan tidak dapat ditunda. Sekali melamar pekerjaan tanpa test apapun langsung diterima oleh pihat perusahaan yang kebetulan sedang membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak sebagai Outsourcing untuk memenuhi order dari seorang buyer. Perusahaan yang saya jalani adalah sebuah penyedia Jasa QC Garment, yang menyediakan jasa berupa pengecekan Garment untuk dibeli buyer nantinya.

Tidak terbayang memang untuk bekerja disebuah tempat yang bukan sesuai dengan keahlian, mungkin para Fresh Graduate kebanyakan akan mengalami hal yang sama dengan yang saya alami. Berbeda dari bayangan saat masa sekolah dulu, mendapat pekerjaan sesuai dengan keahlian (The Right Man In The Right Place) saat di SMK kala itu. Ingat’ mendapatkan pekerjaan halal merupakan suatu kenikmatan yang harus dan wajib untuk disyukuri. Sekalipun kebijakan perusahaan terkadang membuat diri merasa kurang pas‘ tetapi begitulah dunia kerja. Mungkin ada beberapa orang yang beruntung mendapat pekerjaan sesuai dengan yang dia inginkan. Jika ingin memiliki pekerjaan yang cocok untuk diri sendiri maka segera untuk menyiapkan mental sebagai seorang Wirausahawan.

KESIMPULAN :

Dan yang paling hebat adalah Bersyukur, Doa, Usaha dan Ikhlas semuanya akan berlalu, tinggal memperbaiki apa yang ada menjadi lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here